Tidak Ada Makan Siang Yang Gratis

Seorang pria muda berpakaian rapih masuk ke sebuah bar dengan membawa anjing kecil lucu, Ia duduk di bar dan memesan minuman. Bartender mencoba ramah dengan bertanya basa-basi mengenai kabar si pria tersebut. Percakapan antara bartender dan pelanggan pun terjadi. Sang pria menjelaskan kalau dirinya sedang dlm perjalanan ke bank untuk mencairkan sebuah cek hasil keuntungan bisnisnya. Sang pria pun meminta tolong bartender untuk menjaga anjingnya selagi dia pergi ke bank yg tidak jauh dr situ. Bartender mengiyakan dan menyuruh pria meninggalkan anjingnya di sudut bar. Pria tsb pun keluar dr bar.

Tak lama setelah pria tsb keluar, masuklah ke dalam bar yg sama seorang wanita yang dari penampilanya menunjukkan kalau ia adalah orang kaya. Ia duduk dan memesan minuman. Mata wanita ini tertuju ke anijng sedang duduk malas di sudut bar. Sang wanita mendekat ke arah anjing tsb dan menggendongnya. Anijng tsb memang terlihat terurus dan jinak.

Wanita tsb pun tertarik dgn anjing lucu itu dan bersedia membeli seharga 1000 pound. Bartender menolak dengan halus karena si anjing memang bukan miliknya. Setelah rayuannya tidak mempan, wanita tsb memberikan kartu nama ke bartender, siapa tahu si bartender berubah pikiran.

Beberapa waktu berselang sang pria rapi sebelumnya kembali ke bar, air mukanya menunjukkan kekecewaan. Bartender menuangkan minuman sesuai permintaan. Sang pria pun bercerita bagaimana dia ditipu oleh rekan bisnisnya, dimana cek yg seharusnya adalah keuntungan bisnisnya ternyata cek kosong. Bisnisnya hancur, uangnya hilang, dan dia tidak punya apa-apa lagi. Sang pria kemudian mengambil anjingnya dan menggendongnya dengan berharap si anjing bisa sedikit melupakan beban hidupnya.

Sang bartender mendengarkan dengan seksama, pikiran egois pun muncuk di benak bartender. Ia lalu menyampaikan rasa simpatinya, dan bersedia membantu sang pria. Bartender menawarkan uang 200 pound untuk membeli si anjing, uang yg mungkin bisa digunakan dalam masa yg sulit seperti ini. Awalnya sang pria menolak, tapi setelah tawarannya dinaikkan menjadi 300 pound sang pria pun goyah dan setuju menjualnya dengan harga 300 pound. Bartender puas dengan transaksi tsb, di kepalanya sudah dipenuhi oleh keuntungan 700 pound yg nanti akan didapatkannya.

Sang pria keluar dari bar dengan uang 300 pound. Bartender menelpon nomor yg diberikan oleh sang wanita, berkali-berkali ia menelpon tapi tidak ada yg mengangkat. Agak jauh dari bar sang pria dan sang wanita bertemu, mereka tampak akrab. Sang pria mengeluarkan 300 pound yg baru saja dia dapat, sang wanita pun tersenyum.

Di dalam bar, bartender masih berusaha menghubungi nomor sang wanita. Ketika ia sibuk, si anjing yg tadinya tidur-tiduran malas kemudian berdiri dan langsung berlari keluar bar. Si anjing berlari kencang. Bartender kaget dan berusaha mengejar, apa daya anjing tersebut menghilang di keramaian. Anjing tsb kemudian berlari ke tempat sang pria dan wanita bertemu. Mereka bertiga pun kemudian pergi ke tempat lain.

Cerita di atas pastinya bukan cerita nyata. Cerita ini saya ambil dr suatu adegan si film series Hustle. Series ini menceritakan tentang para tukang tipu yg dipimpin oleh Michael Stone yg menyebut diri mereka sebagai conman atau con artist. Mereka membuat para korban mereka secara sukarela dan percaya diri (confident) masuk ke dalam jebakan mereka. Seperti halnya bartender di atas, dia mungkin tidak akan pernah tahu apakah dia baru saja kena tipu 300 pound atau baru saja kehilangan kesempatan mendapatkan uang 1000 pound. Conman yg hebat akan membuat korbannya berpikir seperti pikiran yg kedua.

Kita mungkin bisa bilang, kan itu tidak nyata dan hanya adegan film. Memang. Tapi bukankah kita sering mendengar kisah-kisah penipuan seperti ini di sekitar kita? Beberapa tahun yang lalu kita mendengar nama Selly si penipu cantik. Beraksi dari 2006 sampai 2011, dia dengan lihainya bisa menipu banyak orang dengan berbagai macam modus. Korbannya dibuat percaya dengan dia sehingga dengan mudahnya para korban memberikan uang secara sukarela.

Korban si Selly dan Michael Stone menurut saya sepertinya ada kesamaan, yaitu orang-orang yg mudah dibuai angan-angan kalau uang itu mudah didapat. Cara mendapatkan uang konvensional dengan kerja dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore itu sudah basi. Pakai lah cara saya, dengan duduk duduk ajah uang anda bisa berlipat. Mungkin seperti itu yg dijanjikan oleh Michael Stone atau Selly.

Saya adalah orang yg tidak percaya kalau uang itu bisa didapatkan dengan mudah. Orang tua saya mengajarkan hal ini dari sejak saya dan adik-adik saya kecil. Dulu waktu SMP uang jajan saya sudah bukan harian lagi, tapi mingguan. Ibu saya berusaha membiasakan anak-anaknya bisa mengontrol uang sakunya. Tapi uang mingguan tidak begitu saja kami dapatkan, sebagai gantinya kami dikenakan pekerjaan rumah tangga, ketika itu Ibu saya sudah tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga lagi. Saya ingat waktu saya SMP saya kebagian menyapu dan mengepel lantai tiap hari. Tugas waktu SMA berganti menjadi mencuci baju semua anggota keluarga. Sejam sebelum saya berangkat sekolah saya sudah mencuci baju, ya memang pakai mesin cuci sih. Pun begitu dengan adik-adik saya, Ferry adik pertama saya dapat bagian membersihkan kamar mandi dan menguras bak mandi, sedangkan Agnes si bungsu kebagian mencuci piring sisa makan malam.

Dari situlah saya belajar jika ingin mendapatkan sesuatu semua harus diusahakan, harus susah-susah dahulu. Tidak ada makan siang yang gratis, demikian pepatah mengatakan. Makanya kalo ada kawan yg menawarkan jadi anggota MLM karena menurut mereka mendapatkan penghasilan itu gampang sekali, SAYA TIDAK PERCAYA! Bukan maksud saya bisnis MLM tidak bisa menghasilkan banyak uang, bukan! Saya percaya MLM bisa menghasilkan penghasilan yg besar, saya punya kawan yg sukses dengan MLMnya, saya punya wall facebook yang bisa membuktikan hal itu. Tapi saya percaya dia mendapatkan itu semua dengan kerja, kerja, dan kerja. Dan saya sepertinya tidak punya kemampuan untuk bisnis MLM, jadi yaa biarkan saya cari duit dari mengurus gas plant 780 MMscfd saja yaa😉

Sebelum saya makin banyak meracau kemana-mana, maka ada baiknya saya pamit mundur. Salam!

1 Comment

Filed under Info yang Smoga Penting

One response to “Tidak Ada Makan Siang Yang Gratis

  1. tjondro

    waaaaah…hebaaaaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s